Featured

Alkitab Adalah Firman Allah Yang Hidup

Alkitab adalah firman Allah yang ditulis oleh para rasul berdasarkan ilhaman dari Roh Kudus dan diturunkan kepada manusia melalui tulisan. Belajar Alkitab adalah menemukan pikiran Kristus karena Alkitab berisi pikiran Kristus. Mengapa semua Alkitab hanya menceritakan tentang Kristus? Jawabannya adalah karena Alkitab ditulis oleh para rasul oleh ilhaman dari Roh Kudus dan setiap ilhaman yang berasal dari Roh Kudus adalah ajaran yang berasal dari Allah dan ajaran itu berisi tentang Kristus. Ajaran Allah berisi tentang Kristus karena Kristus adalah Firman Allah. Kristus adalah Firman Allah yang berinkarnasi menjadi manusia. Dia berasal dari Allah dan Ia keluar dari Allah (Yohanes 8:42). Pikiran Kristus adalah pikiran Roh Kudus dan pikiran Roh Kudus adalah pikiran-Nya Allah. Firman itu telah ditetapkan oleh Allah dari mulanya. Belajar tentang Kristus berarti belajar segala sesuatu.

Jika kita belajar tentang Kristus maka kita belajar tentang Allah dan siapa diri kita, apa itu dosa, belajar tentang keselamatan yang bawa oleh Yesus Kristus supaya kita menjadi manusia yang baru dan akan kembali menjadi serupa dan segambar dengan Kristus (belajar Theosis).

Di dalam PL Kristus sudah ada (Kej.1:1). Allah telah menetapkan Dia dari semula untuk menciptakan segala sesuatu. Dalam Perjanjian Lama juga Firman itu telah datang kepada nenek moyang kita melalui perantaraan nabi-nabi (Ibrani 1:1). Tetapi dalam PB Firman itu sendiri telah tergenapi. Artinya telah menjadi wujud dan nyata. Bukan bayang-bayang lagi seperti yang di Perjanjian Lama. Firman itu telah menjadi manusia dan datang di tengah-tengah manusia. Zaman PL Firman itu hanya di berikan sedikit-sedikit kepada para nabi untuk di sampaikan kepada umatnya. Seperti Firman itu datang kepada nabi Musa hanya sedikit, nabi Daniel sedikit, nabi Nuh sedikit dan begitu juga seterusnya. Para nabi yang di Perjanjian Lama telah menerima Firman itu dari Allah karena Allah berbicara langsung kepada mereka. Dan semua firman itu di sampaikan secara lisan kepada anak-anak atau keturunan mereka secara lisan. Zaman PL banyak memberikan gambaran atau bayang-bayang tentang Kristus yang akan datang nantiny. Contohnya Tabernakel yang berarti kemah suci dan itu menggambarkn bahwa Allah hidup di tengah-tengah umatnya. Begitu juga di Perjanjian Baru, Kristus adalah kemah suci itu sendiri dan telah hadir di tengah-tengah kita. Benar sekali sekarang di dalam PB Firman itu telah ada, telah tergenapi bukan hanya nubuatan lagi tetapi telah berwujud menjadi manusia dan membawa kabar baik yaitu kabar karya keselamatan bagi seluruh manusia. Jadi, tidak ada yang perlu diragukan akan firman itu lagi. Cuman sekarang ini, karena Karya penebusan Kristus telah selesai, Kristus telah disalibkan, mati, dikubur untuk mengalahkan maut, dan bangkit memenangkan semua kutuk dosa telah di patahkan dan Kristus aada bersama-sama dengan Allah di surga. Semua kisah-kisah-Nya di tulis oleh para rasul melalui tuntunan Roh Kudus dan disusun secara sistematis sehingga menjadi sebuah buku yang berisi Firman Allah (Kristus). Alkitab bukanlah Kristus tetapi isi Alkitab adalah Firman Allah yang telah berinkarnasi itu yaitu Kristus. Jadi, jika anda membaca Alkitab berarti Anda sedang membaca Kristus. Mencari tahu tentang Kristus sampai kita mengeal Dia sampai mencapai gambar dan rupa Kristus.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pakaian Pesta (Matius 22:1-14)

Tugas Orthodoxy & Heterodoxy minggu ke 2

“Lalu Yesus berbicara pula dalam perumpamaan kepada mereka; “hal kerajaan surge seumpama seorang raja, yang mengadakan perjamuan kawin untuk anaknya. Ia menyuruh hamba-hambanya untuk memanggil orang-orang yang telah diundang ke perjamuan kawin itu, tetapi orang-orang itu tidak mau datang. Ia menyuruh pula hamba-hamba lain, pesannya: katakanlah kepada orang-orang yang diundang itu: sesungguhnya hidangan telah kusediakan, lembu-lembu jantan dan ternak piaraanku telah disembelih; semuanya telah tersedia,  datanglah keperjamuan kawin ini. Tetapi orang-orang yang diundang itu tidak mengindahkannya, ada yang pergi ke ladangnya, ada yang pergi mengurus usahanya, dan yang lain menangkap hamba-hambanya itu, menyiksanya dan membunuhnya. Maka murkalah raja itu lalu menyuruh pasukannya ke sana untuk membinasakan  pembunuh-pembunuh itu dan membakar kota mereka. Sesudah itu ia berkata kepada hamba-hambanya: perjamuan kawin telah tersedia, tetapi orang-orang yang diundang tadi tidak layak untuk itu. Sebab itu pergilah kepersimpangan-persimpangan jalan dan undanglah setiap orang yang kamu jumpai di sana keperjamuan kawin itu. Maka pergilah hamba-hamba ini dan mengumpulkan semua orang  yang dijumpainya di jalan-jalan, orang-orang jahat dan orang-orang baik, sehingga penuhlah ruangan perjamuan kawin itu dengan tamu.  Ketika raja itu masuk untuk bertemu dengan tamu-tamu itu, ia melihat seorang yang tidak berpakaian pesta. Ia berkata kepadanya: hai saudara, bagaimana engkau masuk ke mari dengan tidak mengenakan pakaian pesta? Tetapi orang itu diam saja. Lalu kata raja itu kepada hamba-hambanya: ikatlah kaki dan tangannya dan campakkanlah orang itu ke dalam kegelapan yang paling gelap, di sanalah akan terdapat ratap dan kertakan gigi. Sebab banyak yang dipanggil tetapi sedikit yang dipilih”.

            Ini adalah salah satu narasi yang diajarkan Kristus sendiri kepada kita. Hal kerajaan surga itu seumpama kisah di dalam narasi ini. Narasi ini mengandung satu pelajaran tentang kerajaan surga. Sebab di balik narasi ini kita harus menemukan spiritual meaningnya. Makna dari narasi di dalam Matius 22:1-4 ini menjelaskan bahwa perjamuan kawin ini adalah kerajaan surge dan undangannya adalah pemberitaan injil dan yang menolak adalah mereka yang tidak percaya sama sekali dan yang tidak berpakaian persta adalah orang percaya yang hidup menurut iman. St. Theophan berkata bahwa kita harus mencari kategori kita sendiri. Apakah kita sama orang percaya namun sama sekali tidak berpakaian pesta? Seseorang sama sekali tidak berpikiran tentang iman, apakah kita golongan itu? Atau menganggap iman itu tidak ada. Ada yang mengetahui undangan tapi tidak mengindahkannya, apakah kita golongan itu? Yang lain menghasilkan iman dengan cara yang menyimpang, atau yang lain bermusuhan dan bahkan membunuh dari raja itu.  Ini semua dianggap orang-orang Kristen meskipun mereka sama sekali tidak memiliki apapun yang disebut sebagai Kristen. Ini pelajaran bagi kita orang-orang Kristen, apakah kita sudah memiliki yang namanya nilai-nilai yang disebut sebagai Kristen? Perasaan atau perbuatanmu sudah sesuai dengan iman? Ini adalah pakaian jiwa yang dengannya Tuhan melihat kamu. Jangalah mulut kita berkata Tuhan Tuhan tetapi di dalam hati mengingkari Tuhan. Hal ini jangan samapai terjadi dalam kehidupan orang-orang Kristen. Ujilah diri kita sendiri apakah kita mengenakan pakaian pesta karena kebajikan atau memakai pakaian compang-comping karena dosa. Ketika kita datang dalam pesta itu, pekerjaan kita belum selesai, kita wajib mengenakan pakaian pesta.

Salah satu bapa padang gurun berkata “ Hidup itu adalah mulut yang jujur, tubuh yang kudus, hati yang murni, pikiran yang tidak duniawi, bernyanyi mazmur dengan ratapan karena dosa, hidup dalam keheningan, dan selalu berpengharapan kepada Tuhan”. Inilah pakaian pesta itu yang diinginkan oleh Allah. Dan bapa padang gurun yang lain berkata “Marilah kita melatih kelembutan, ketekunan, dan kasih. Dan defenisi orang Kristen adalah meneladani Kristus. Ini adalah pakaian pesta. Pakaian pesta kita adalah pakaian Kristus.

 Apa itu pakaian pesta?

Di dalam Galatia 2:20 mengatakan bahwa “Namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidup yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku. Pakaian Kristus dimana daging dan darah-Nya dicurahkan untuk mengundang kita masuk ke dalam pesta perkawinan. Karena kita semua yang dibaptis dalam Kristus telah mengenakan Kristus (Galatia 3:27). Untuk masuk ke dalam perjamuan itu harus ada undangan berarti ada injil yang diberitakan. Akan tetapi ternyata tidak semua orang menerima undangan itu. Artinya ada orang yang menolak Kristus dengan berbagai macam alasan bahkan menganiaya para pemberita injil itu. Tetapi ada juga orang-orang yang menerima undangan itu yaitu orang baik dan orang jahat yang ada di persimpangan-persimpangan jalan dan mereka mengenakan pakaian pesta. Hal ini menunjukkan bahwa ketika mereka datang keperjamuan kawin itu, mereka ini memiliki iman. Mereka mengganti pakaian lama mereka dengan pakaian pesta. Ketika kita mau mengenakan pakaian Kristus maka kita harus rela menanggalkan pakaian lama dan mengenakan pakaian baru itu. Dengan iman kita menyatakan diri kita, dibaptis di dalam Kristus. Di baptis di dalam Kristus artinya kita melepaskan baju lama kita dan memakai baju yang baru. Artinya kita menyatu dengan kematian, penguburan, dan kebangkitan Kristus (Roma 6:3-5). Menerima undangan itu berarti kita membuka hati kita dengan iman dan menyatu dengan kematian, penguburan, dan kebangkitan Kristus dengan itu kita meninggalkan pakaian lama kita dan mengenakan pakaian Kristus yaitu pakaian yang baru. Mengenakan Kristus berarti mengenakan manusia baru yang terus-menerus diperbaharui untuk semakin serupa dengan Kristus (Kolose 3:10;Efesus 4:24; Roma 8:29; 1 Yohanes 3:2). Kemanusiaan baru atau pakaian yang baru ini kata rasul Paulus adalah perlengkapan senjata terang untuk merawat tubuh jiwa kita. Memperbaharui manusia yaitu jiwa, roh dan tubuh kita. Ketika kita mengenakan pakaian Kristus itu maka kita menjadi manusia baru yang terus menerus diperbaharui menuju kekudusan yang sesungguhnya menurut Kristus. Kita bertumbuh kea rah Kristus menjadi dewasa seperti Dia. Jadi, kita ada di dunia ini supaya kita mendengar undangan itu, menerima undangan itu, lalu menanggalkan pakaian lama kita dan mengenakan pakaian yang baru dengan kita percaya dan kita dibaptis. Di dalam baptisan kita manunggal dengan kematian Kristus di atas kayu salib yang mengalahkan dosa, di dalam baptisan juga kita manunggal dengan penguburan Kristus untuk mengalahkan maut atau hades. Berarti manusia lama kita yang telah mati karena dosa turut disalibkan, dikuburkan dan dibangkitkan bersama dengan Kristus untuk memperoleh hidup baru atau manusia baru bersama Kristus yang telah mati bagi dosa tetapi hidup bagi Allah. Baptisan di dalam Kristus membuat kita mengenakan Kristus. Pakaian Kristus yang kita kenakan adalah kemanusiaan baru, kemanusiaan Yesus telah memperbaharui kemanusia Adam atau kemanusiaan lama. Ketika kita memakai kemanusiaan Kristus itu maka kita menjadi manusia baru yang terus-menerus diperbaharui menuju kekudusan yang sesungguhnya menurut Kristus. Kita bertumbuh kea rah Krsistus menjadi dewasa seperti Dia. Sehingga kita yang sudah mengenakan manusia baru itu menjadi serupa dengan Kristus.

Kristus mengajarkan bahwa kita akan menjadi sempurna sama seperti Bapa kita yang disurga adalah sempurna (Matius 5:48). Kita akan bersama dengan Bapa di surga. Dimana tidak ada lagi sakit atau kelemahan tubuh, tidak ada lagi kelesuhan jiwa, tidak ada lagi hubungan yang putus. Kita akan menjadi suci, dan mengambil bagian dalam natur ilahi.

Pertobatan dan buah Roh

Orang yang sudah menerima Kristus, dibaptis, menerima Roh Kudus, telah memakai pakaian pesta,  dia perlu menguduskan manusia baru. Menguduskan manusia baru itu berarti menguduskan roh, jiwa, dan tubuh. Inilah satu kehidupan baru yang dinyatakan kepada dunia dalam wujud kasih oleh karya kasih. Seseorang tidak diselamatkan oleh iman saja, tetapi dengan iman ia mengekspresikan dirinya melalui kasih. Rasul Yakobus menuliskan, “Apa gunanya jika seseorang mengatakan dia punya iman, padahal dia tidak punya perbuatan, dapatkan iman itu menyelamatkan dia? tentu tidak (Yakobus 2:14-17). Karena dia tidak masuk ke dalam pesta itu atau dia tidak memiliki perbuatan. Dalam kehidupan spiritual, ada tiga tahap yang sebanding dengan pertobatan:

  1. Pertemuan jiwa dengan Tuhan kita
  2. Pengalaman pribadi tentang pengampunan dan keselamatan, salib, dan kebangkitan.
  3. Kedatangan Roh Kudus ke dalam jiwa seperti nyala api dan dengan kuasa. Melalui pertobatan ini manusia didirikan  dengan kesatuan akhir dengan Allah.

Natal/Epifani, paskah, dan pentakosta berhubungan tiga pertobatan ini. Dikutip dari The Year Of Grace Of The Lord. Pertobatan ini lah proses mengerjakan keselamatan atau proses menaiki anak tangga keselamatan. Oleh anugerah Allah melalui iman. Anugerah dan iman harus terus bersinergy mengahasilkan pertobatan untuk penyucian dan purifikasi diri kita dan menghasilkan perbuatan baik dalam wujud buah Roh Kudus.

Buah Roh

Buah Roh adalah hasil dari benih iman yang hidup di dalam. Benih itu mengalami kematian (Yohanes 14:24). Kematian ini dalam wujud pertobatan, yaitu mematikan daging atau hawa nafsu dan bertumbuh serta berbuah. Buah inilah hasil dari anugerah dan iman yang hidup. Anugerah menempel di dalam Kristus. Iman yang hidup adalah iman yang disertai perbuatan-perbuatan baik.  Perbuatan-perbuatan inilah yang dibangun dengan landasan iman.  Seperti yang dikatakan rasul Petrus tuliskan bahwa iman yang disertai dengan kebajikan, pengetahuan, penguasaan diri, ketekunan, kesalehan, kebaikan kepada saudara-saudara dan kasih (2 Petrus 1:5-7). Jika ini ada di dalam hidup kita maka ini akan memberi buah (2 Petrus 1:8). Ketika kita punya benih iman (Efesus 2:8) lalu ada Roh Kudus yang mencurahkan kasih Allah itu, inilah benih Roh itu. Ada anugerah ada kasih Allah yang dicurahkan oleh Roh Kudus. Inilah yang mengakibatkan kita lahir dari air dan roh, membuat kita berpakaian Kristus, inilah pertobatan yang pertama itu. Pertobatan yang pertama itu memimpin kita kepada pertobatan yang kedua yaitu kita lahir atau menjadi anak-anak Allah. Anak Allah berarti kita memiliki benih ilahi di dalam hati dan benih ilahi inilah yang harus terus mengalami yang namanya kematian lagi. Inilah pertobatan yang kedua tadi. Supaya  benih yang mati itu bisa bertumbuh.  Jadi benih itu akan berubah menjadi akar, batang, dan menghasilkan buah. Jadi pertobatan itu tidak cukup kita hanya lahir dari Allah dan menjadi anak-anak Allah melainkan harus berlanjut pada pertobatan yang ke dua yaitu pertobatan terus-menerus. Dimana pertobatan yang pertama memiliki benih ilahi dan benih ilahi ini ditanam di dalam hati yaitu tanah. Dan benih itu harus mati dan tumbuh ke atas menghasilkan buah.  Inilah yang penting kita kerjakan sehari-harinya.

Benih Roh adalah kasih Allah yang dicurahkan Roh Kudus ke dalam hati kita. Kasih Allah adalah kasih Kristus yaitu pengorbanan hidup atau nyawa Yesus untuk pendamaian dosa manusia (1 Yohanes 4:9-10;Yohanes 3:16). Nyawa Yesus itulah daging dan darah-Nya yang kita makan. Dan minum. Makan dan minum adalah penyatuann kasih Allah atau hidup Yesus itu di dalam diri kita oleh karya Roh Kudus. Dengan penyatuan itu kita manunggal dengan kematian, penguburan, dan kebangkitan Yesus (Roma 6:3-5 dalam baptisan air. Baptisan air ini berarti dilahirkan dari air dan karya Roh Kudus inilah dilahirkan dari roh. Roh Kudus berkarya dalam Baptisan yaitu mencurahkan karya Kristus dalam hati kita atau penyatuan kasih Allah dengan benih iman kita. Yaitu menyatu dengan kematian, penguburan, dan kebangkitan Kristus. Sehingga kita menjadi milik Kristus dan berbuah bagi Dia. Marilah kita menanggalkan beban dosa kita, mengerjakan keselamatan kita yaitu mengerjakan iman yang disertai perbuatan-perbuatan dengan pertolongan Roh Kudus.

Jadi buah Roh Kudus itu berarti dimulai dari lahir baru atau lahir dari Allah/ air/Roh menghasilkan benih ilahi, tertanam kedalam hati, kemudian mati (pertobatan), berakar (meyerap energy dari Allah setiap hari, yaitu anugerah Allah), kemudian menjadi pohon (proses pertumbuhan rohani), baru menghasilkan buah Roh Kudus di dalam hidup setiap orang yang melakukan-Nya.  

Roman Catholicism

Tugas Orthodoxy & Heterrodoxy minggu ke 3

Ketika Kristus bangkit dan naik ke surga, pada hari pentakosta, para rasul menerima karunia Roh Kudus dan mereka memberitakan injil dari Yerusalem, Yudea, Samaria, sampai daerah asia kecil sampai Eropa. Eropa inilah kota Roma itu. Pada 16 Juli 1054 ini hari dimana disebut masa yang kelam bagi gereja karena terjadinya perpecahan antara gereja Roma Katolik dengan gereja-gereja yang di Timur.  Gereja ini pecah dalam pengertian mereka tidak lagi saling mengakui. Pada masa itu gereja di Roma menutus Pope dari Roma bersama Cardinal Humbert of Martmoutiers. Mereka menyampaikan satu keinginan dari Paus kota Roma itu yaitu masalah kuasa Paus. Sehingga pada akhirnya dinyatakanlah Orthodox di Timur dan Katolik di Barat.  Ada beberapa perbedaan-perbedaan antara gereja Orthodox dan gereja Katolik yaitu seperti defelopment of doctrine, faith and reason, dan spirituality.

Development of doctrine

Gereja katolik Roma menerima defelopment of doctrine. Artinya doktrin itu bisa berkembang. Tapi bagi Orthodoxi doktrin itu tetap solid dan benar tidak bisa direfisi atau diubah-ubah lagi. Menurut Orthodox, defelopment of doctrine itu adalah bukan kontennya, bukan artinya tapi ekspresi dari dogmanya itu yang bisa berkembang atau cara menyampaikannya. Karena arti dari dogma itu atau konten dogma itu tidak bisa ditawar sebab itu adalah kebenaran yang absolut. Dari generasi ke generasi orang yang mempelajari doktrin itu akan semakin mahir menjelaskan doktrin itu tapi tidak boleh mengubah konten dari doktrin itu.

Faith and Reason

Di dalam gereja Roma Katolik perekembangan doktrin ini terjadi juga karena faith dan reason.  Salah satu teolog terkenal dalam Roma Katolik yaitu Thomas Aquinas’s yang banyak memakai metode Aristetolian logic. Dia sangat mengedepankan reason dalam menjalankan tentang teologi atau iman. Kritikan dari Orthodox adalah mereka sering cenderung menggunakan rasionalis. Segala sesuatu harus kepada rasional manusia. Bagi kita, pikiran yang rasional adalah sarana untuk mendukung atau cara untuk mengenal kebenaran, bukan reason yang dipimpin kepada iman.

Spirituality

Apa yang ditekankan oleh Roma Catholicism ini karena mereka terpengaruh yang menekankan tentang reason yang akhirnya menyebabkan imbalan spirituality. Artinya kesatuan antara tubuh, pikiran, dan jiwa, akhirnya terpecah. Di Roma Katolik jika kamu berdosa maka kamu wajib bayar sampai ada surat utang segala itu legalist.  Bagi mereka penebusan Kristus di kayu salib itu tidak cukup. Membebaskan atau mengampuni dosa manusia. Karena itu harus ada sejumlah penebusan dosa lagi makanya harus ada perbuatan-perbuatan baik yang dikerjakan untuk menghapus dosa-dosanya.

Papal Supremacy

Di dalam doctrine Roma Katolik, isu yang membuat perpecahan  adalah masalah Papal Supremacy. Papal supremacy itu adalah paus yang berkuasa. Pauslah satu-satunya penguasa atas seluruh orang Kristen dan dia adalah kepala gereja yang mewakili Kristus. Gereja di Roma itu satu-satunya gereja yang bisa menguasai semua gereja dari berbagai macam daerah. Karena dia adalah merasa adalah kepala gereja lainnya dalam konsili vantical yang pertama. Di tahun 1439 ada konsili local. Alasannya adalah pemimpin gereja di Roma itulah wakil Kristus, kepala dari gereja, dan bapa dari seluruh orang Kristen. Mulainya dari Petrus yang oleh Kristus sendiri tunjuk. Pengajaran tentang universal jurisdiction ini sering disebut dengan ultramontanism artinya melampaui gunung. Ajaran seperti ini tentu kita tidak bisa terima. Dan vatical yang ke II tahun 1965 masih mengatakan bahwa Roma itu satu-satunya kepala gereja.

Orthodox menolak papal supremacy ini karena kita percaya bahwa yang disebut kepala gereja itu adalah Kristus itu sendiri (Efesus 1:22; 5:23; Kolose 1:18).  Kristus tidak perlu Paus karena Dia selalu hadir ditengah gereja-Nya. Tapi yang menjadi permasalahannya adalah Matius 16:19 “Kepadamu (maksusnya kepada Petrus) akan kuberikan kunci kerajaan surga. Apa yang kau ikat di dunia ini akan di ikat disurga dan apa yang kau lepaskan di dunia ini akan terlepas di surga. Tapi di dalam Yohanes 20:23 menjelaskan bahwa kunci untuk membawa orang masuk ke dalam kerajaan sorga itu atau kehilangan kerajaan surga itu ini juga kepada semua rasul bukan hanya Petrus saja. Kristus sendiri menjelaskan bahwa diri-Nya adalah kunci dari neraka dan kematian (Wahyu 1:18). Karena mereka mengklaim bahwa Petrus adalah pendiri gereja yang pertama di Roma maka gereja di Roma itulah yang punya kuasa atas gereja-gereja yang lain sampai sekarang. Tapi rasul Paulus juga tidak mengakui ada otoritas yang tunggal (Galatia 2:11).

Papal Infallibility

Papal Infallibility artinya sang Paus tidak bisa salah. Ini ada di konsili vantika yang pertama tahun 1970. Apa yang diucapkan oleh Paus karena dia adalah wakil Kristus langsung maka dia tidak bisa salah. Karena tidak mungkin seorang wakil Kristus tidak bisa salah.

Absolute Divine Simplicity

Ajaran Orthodox mengatakan bahwa Allah itu secara esensi tidak bisa diketahui tetapi bisa diketahui lewat energy-Nya. Di dalam Roma Catholicism mereka menekankan doctrine of absolute divine simplicity, tidak ada yang namanya esensi dan energy. Roma menggunakan doctrine absolute simple yaitu satu substansi, satu natur absolut simple. Inilah yang dipercayai oleh Roma Katolik. Dalam doktrinnya the esensi of God itu identic dengan attribute of God. Tapi di Orthodox, esensi dan atribut itu tidak identic. Sedangkan bapa-bapa gereja yang di Timur seperti John Damaskus berkata bahwa the essence of God itu melampaui semua logika. Sebab, energy-Nya datang kepada manusia maka Allah itu mengasihi, Allah itu terang, dan semua attribute Allah. Kita tidak bisa mengklaim bahwa Allah itu seperti apa. Allah punya energy yang bisa kita rasakan tapi Allah punya esensi yang kita tidak tahu sebab Allah itu melampaui segala sesuatu dan kita tidak tahu itu. Tapi dengan energy-Nya, Dia bisa berbicara kepada kita, mengasihi kita. Ketika kita melihat Kristus, berarti kita melihat energy Allah. Dan melalui Kristus kita merasakan energy Allah. Supaya kita serupa dengan Kritus oleh energy Allah.

Diakrisis

Spiritual desert fathers part V

Wallpaper : seni digital, satu warna, abstrak, kubus, pola, lingkaran,  bentuk, Desain, garis, hitam dan putih, fotografi monokrom, fon 1920x1080 -  alvander - 249874 - HD Wallpapers - WallHere

Diakrisis dalam Bahasa Yunani berarti memilah-milah atau membeda-bedakan. Ini adalah salah satu kebajikan dan merupkan karuni rohani yang dikaruniakan oleh Roh Kudus kepada orang percaya. Abba Poemen berkata bahwa selalu berperhatian terhadap jiwa kita, memperhatikan diri kita. Ini adalah tingkat kebajikan sebagai alat kerja jiwa kita  selain nepsis untuk berjaga-jaga dan mewaspadai hati kita. Ini juga salah salah satu tools yang penting bagi kerja jiwa kita. Karena di dalam hati kita sendiri itu tertanam dua hokum yang berbeda. Hukum Roh yang berasal dari ajaran Roh Kudus, dan hukum daging yang bertentangan dengan Allah atau hokum Roh (Galatia 5; Roma 7). Namun ditengah-tengah itu ada hokum yang namanya hokum akal budi (Roma 7). Hokum nous inilah yang harusnya memilah mana pikiran yang baik dan mana yang buruk. Karena hukum Roh ini ada di dalam diri kita maka itulah yang akan menjadi benih yang akan terus bekerja di tanam dan akan bertumbuh menjadi satu perbuatan baik atau buah Roh. Ini seperti makanan keras untuk orang-orang dewasa yang punya panca indra yang terlatih untuk mebedakan yang baik dari yang jahat. Itulah adalah satu diakrisis yang harus kita miliki. Artinya kita punya satu perangkat spiritual yang disebut dengan nous untuk melakukan itu dan ini adalah seperti makanan keras bagi kita (Ibrani 5:14). Dan orang yang sudah memiliki diakrisis ini biasanya berpikir yang benar, melakukan yang benar, dan berbicara yang benar dan melihat yang benar. Diakrisis itu penting karena ada hokum roh, hokum dosa, yang terus bekerja berperang seperti ketika terjadi kecelakaan lalu timbul rasa bersalah. Nous kita akan semakin dewasa ketika dan tidak lagi makan makanan yang lembek melainkan makan makanan yang keras. Makanan yang keras itu menunjukkan bahwa kita semakin terlatih untuk bisa menolak yang jahat dan melakukan yang baik itulah yang disebut dengan diakrisis.

            Seperti kata Tuhan  Yesus sendiri dalam Matius 6:22-23 “Jika matamu baik/Nousmu baik maka teranglah seluruh tubuhmu. Bagaimana supaya nousmu baik? Nousmu baik apabila engkau melakukan proses diakrisis seperti nepsis, silence, repetence, pertobatan, air mata dan kerendahan hati. Diakrisis ini adalah satu karunia dari hikmat khusus Allah yang memampukan kita untuk membedakan antara roh yang baik dan roh yang jahat, kebenaran dan kepalsuan, karena roh-roh jahat ini selalu menyamar dengan menampakkan diri mereka dengan cara sebagai malaikat terang. Dalam 2 Korintus 11:14-15, diakrisis ini semakin kita butuhkan kepekaan untuk membedakan kepalsuan dan kebenaran itu semakin diperlukan. Karena sekarang ini banyak ajaran-ajaran yang tidak Alkitabiah. Oleh karena itu, kita harus bisa membedakan mana yang benar dan mana yang palsu. Seperti kata 1 Yohanes 4:1-3, dia mengatakan menguji setiap roh, apakah itu berasal dari Allah atau dari si jahat. Inilah saatnya kita menentukan ajaran mana yang kita ikuti. Ketika kita salah memilih maka arah hidup kita akan menjadi salah.

Istilah membeda-bedakan roh juga ditemukan dalam 1 Korintus 12:10, dimana rasul Paulus mengatakan bahwa membeda-bedakan roh adalah salah satu karunia dari Roh Kudus. Karena memang diakrisis itu adalah kerja dari roh kita. Dan hanya Roh Kudus yang bisa menolong kita untuk bisa memiliki diakrisis itu. Untuk itu dibutuhkan kerendahan hati karena saat itu Roh Kudus leluasa bekerja. Dimana dia memberikan satu karunia kepada kita.

Nous juga sering disebut panca indra yang ke tiga. Artinya adalah harus ada panca indra yang ketiga yang bisa melihat yang benar. Atau ada panca indra yang terlatih untuk mengarahkan tubuh kita pada hal-hal yang benar. Untuk itu kita sangat membutuhkan karunia pembeda –beda ini. Diakrisis ini seperti ratu dari segala kebajikan. John Casian menuliskan bahwa diakrisis itu sebagai induk pembimbing, penjaga, dari semua kebajikan. Salah satunya adalah “Suara hati nurani”  (Roma 2:14-15) adalah salah satu dari garis bimbingan. Jadi, hati nurani itu adalah diakrisis yang dimiliki oleh semua orang. Sebab itu berasal dari gambar dan rupa Allah yang diciptakan untuk kita. John Chrisostom menulis, bukalah pintu-pintu dari suara hati nuranimu dan lihatlah hakim itu duduk dipikiranmu.

Alkitab adalah garis bimbingan yang lain yang membentangkan dihadapan kita kehendak kebenaran Allah yang diwahyukan secara ilahi. Apa yang diajarkan Roh Kudus kepada kita tentu itu adalah apa yang diajarkan oleh Yesus seperti yang tercatat di dalam Alkitab. Ini adalah semacam diakrisis bagi kita yang membuat kita semakin dibimbing untuk bisa melakukan dan menjalankan apa yang menjadi kehendak Allah.

Etika, moral, akhlak yang memang juga diajarkan sejak kita kecil oleh keluarga kita atau guru kita merupakan garis bimbingan diakrisis kita. Ini juga penting bagi kita. Istilahnya itu adalah superego yang memang ada di dalam batin ini. Tentu saja aturan-aturan ini sesuai dengan apa yang diajarkan oleh kitab suci atau gereja. Romo Stanley Harakas mengatakan bahwa Etika-etika moral adalah hikmat yang terakumulasi dari gereja. Itu berfungsi untuk menyelamatkan kita. Sebagai seorang murid akan sangat berbahaya tanpa ada bimbingan dari guru atau pembimbing mereka. Karena kita selalu mengalami yang namanya peperangan rohani. Diakrisis ini adalah karunia Roh Kudus yang dikaruniakan kepada kita oleh doa. Ini meendorong kita untuk hidup dalam sikap doa setiap detik tanpa henti supaya mempeertahankan keterbukaan yang selalu hadir bagi bimbingan Roh Kudus. Jesus prayer adalah salah satu sikap doa tanpa henti dimana menghasilkan yang namanya diakrisis ini. Sehingga kita punya kepekaan terhadap serangan-serangan yang jahat. Diakrisis inilah yang mengarahkan kita untuk memilah-milah mana yang benar dari kepalsuan dan mana yang berasal dari roh-roh jahat.

  1. Suara Allah yang akan memuji kita ketika kita melakukan yang benar dan menghardik kita ketika kita melakukan yang salah.
  2. Alkitab yang adalah pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku (Mazmur 119:5)
  3. Aturan-aturan/etika/moral/akhlak gereja yang merupakan hikmat dari Roh Kudus yang terakumulasi yang berdiam di dalam gereja sepanjang segala abad.
  4. Bapa Rohani kita yang menghadirkan Roh Allah dan yang adalah seorang sahabat dan pemberi nasehat.
  5. Doa yang mengundang Roh Kudus untuk dating dan untuk memasang kemah-Nya di dalam kita. Dengan demikian karuni pembeda-beda dapat disebut cara paling baik sebagai pembeda-bedaan yang penuh doa.
  6. Kemurnian hati yang membersihkan hati dan jiwa kita yang memampukan kita untuk melihat Allah dan kehendaknya yang kudus.

Gregoryan dari Nyssa mengatakan, setiap hawa nafsu mengandung di dalamnya benih kematian karena itu memampukan roh pembeda-beda. Supaya pembeda-bedaan yang berdaya guna hati nurani harus dipelihara, di dalam suatu status yang dimurnikan melalui pertobatan sehari-hari. Para bapa dari philokalia menganggap diakrisis ini adalah sebagai mata atau lampu dari jiwa yang menuntun pada jalan theosus (penyatuan atau pemanunggalan dengan Allah).

Jika kita memiliki nous yang baik maka itu akan terpancar keluar melalui mata kita. Sehingga semua panca indra kita memiliki diasrisis dan kita bisa membedakan mana yang baik dan mana yang jahat. Jadi diakrisis itu penting kapan kita harus repose dan membutuhkan hikmat dari Allah. Diarkrisis ini penting supaya jangan sampai kita terjebak dalam satu fantasi yang sebenarnya tidak berasal dari Allah. Jadi, kita membutuhkan sejenis mata yang ketiga, jiwa yang perlu diterangi, sehingga kita bisa berjalan pada jalan spiritual tanpa harus jatuh. Diakrisis ini juga membutuhkan proposi untuk menagkal yang jahat. Supaya kita tidak jatuh ke dalam salah satu ekstrim. Karena kita bisa memilih mana yang benar dan mana yang jahat. Proporsi atau measure ini berfungsi ketika kita melakukan kesalahan, tidak melumpuhkan kita sampai kita depresi ataupun bunuh diri, tapi kita juga tidak biarkan. Bagaimana kita berjumpa dengan Allah? Dalam puasa, doa, kerja keras, belas kasihan dan diasrisis. Banyak orang yang berjuang dalam daging tanpa diakrisis tapi tidak ada hasil. Sebab diakrisis ini penting supaya kita tahu apa yang kita kerjakan itu seimbang. Dengan adanya diakrisis kita akan tahu berapa banyak kasih yang sudah kita kerjakan, dimana potensi kita, dimana kekurangan kita. Sehingga dengan memiliki diakrisis ini, kita akan bisa melakukan kebajikan yang sesuai dengan kehendak Allah.

Love

Spiritual desert fathers part VII

Bentuk hati - Gambar & Galeri Foto - PxHere

Dalam Matius 6:6 yang diajarkan Kristus sendiri, “Masuklah ke dalam kamarmu dan berdoalah”. Ini artinya kita memang benar-benar repose untuk mencapai silence. Pada intinya ini adalah untuk mencapai kasih. Ini adalah satu kemurnian batin atau jiwa dimana kita merindukan tentang Allah. Kita tidak lagi menginginkan uang atau segala yang ada di dunia melainkan kita merindukan Allah. Saat kita merindukan Allah, maka kita akan mencapai satu kehidupan askesis yang sungguh-sungguh. Ini adalah satu kehidupan antara mencari Allah, mengasihi Allah dan mengasihi sesame. Untuk mencapai kasih terhadap Allah itu dimulai dari hati. Dan punya satu kekuatan untuk melawan serangan-serangan dari luar atau kegiatan-kegiatan dunia. Hal ini untuk mencapai disspasion. Disspasion membawa kita ke dalam kasih. Tapi disspasion dicapai dengan pengharapan kepada Allah/ pengharapan kepada Allah yang di dapat dari passion. Kita tidak memiliki kasih apbila kita tidak memiliki disspasion, kita tidak memiliki disspasion ketika kita tidak memiliki  pengharapan kepada Allah, kita tidak memiliki pengharapan kepada Allah ketika kita tidak memiliki ketekunan, kerendahan hati, dan ketaatan. Dan kita tidak memiliki ketaatan dan ketekunan kalau kita tidak bisa melakukan self control. Dan self control itu lahir dari ketika kita takut akan Allah. Kita tidak akan takut kepada Allah akalau kita tidak memiliki iman kepada Allah. Itulah sebabnya rasul Petrus berkata bahwa iman saja tidak cukup harus ditambah dengan pengetahuan, ketekunan, kesabaran…. Untuk mencapai kasih. Di dalam kehidupan ini kita selalu menghadapi yang namanya logismoi. Mereka yang adalah punya kasih kepada Allah, merekalah yang pertama kali mencari hal-hal yang diatas, yang mengejar pengetahuan tersebut tanpa henti. Bagaimana kondisi dari orang yang mengasihi Allah? Satu kemurnian jiwa dimana jiwanya itu, akan terus mencari knowledge of God, Dan inteleknya akan terkoneksi dengan Allah dan dia akan tidak peduli terhadap hal-hal yang terlihat bahkan mengangap tubuh seperti sesuatu yang asing bagi dirinya. Ini yang Yesus katakana tentang mengasihi Allah dengan segenap tubuh, segenap jiwa, dan segenap kekuatan.

Tapi, apabila kita lebih mengutamakan tubuh dari pada jiwa, maupun dunia ciptaan ini dari pada Allah maka kita disebut sebagai penyembah berhala. Contohnya kita lebih mengutamakan kebencian kita dari pada kasih maka artinya kita lebih mengutamakan daging dari pada jiwa. Jika itu terjadi maka artinya kita tidak punya yang namanya kasih dan kita disebut sebagai penyembah berhala.

Jika intelek kita itu terpisah dari kasih Allah akhirnya membuat kita lebih mencintai hal-hal yang kelihatan, hal-hal yang dicipta maka sebetulnya kita lebih mengasihi tubuh kita dari pada jiwa kita. Dan itu membuat kita tidak mengasihi Allah. Orang yang mengasihi Allah itu adalah produk dari pengharapan dan kasih. Dan ini akan menghasilkan yang namanya terang. Dalam spiritual knowledge itu ada terang yang akan menerangi intelek dia. Seperti yang Yesus katakan jika matamu baik maka kamu menghasilkan tubuh yang terang. Terang dari spiritual knowledge tadi yang menerangi intelek kita dan terang ini adalah dari kasih Allah. Ini artinya bahwa tidak ada hal yang lebih besar selain kasih Allah itu (1 Korintus 13:13). ketika intelek kita di terangi oleh terang yang tak terhingga itu maka kita bisa melihat Allah yang tak kelihatan itu, kita memuliakan Dia, betapa kita berharga dihadapan Tuhan. Untuk mengasihi diri kita sendiri, kita mulai dari kita itu mengasihi Allah. Dan mengasihi sesame mulai dari mengasihi diri kita sendiri. Tetapi, itu selalu ada kendala karena di dalam diri kita selalu ada halangan peperangan. Dari konflik itu akan muncul iman yang mendatangkan ketekunan itu. Dan ketekunan itu mendatangkan pengharapan sehingga akan menghasilkan kasih. Kasih itu adalah kita diterangi sehingga kita punya dispassion untuk melawan kebencian. Mempersilahkan Kristus masuk ke dalam hati kita maka ia akan memberika spiritual knowledge, kasih-Nya, terang-Nya di dalam kita. Ketika kita bisa menjalankan itu maka kita akan punya pengharapan kepada Allah. Dengan itu kita punya kekuatan untuk melawan serangan yang berasal dari si jahat. Dari kasih inilah pada akhirnya kita terus mengejar hal-hal diatas.

            Jadi, kasih memang mengusir ketakutan karena iman mendatangkan takut akan Allah. Takut akan Allah mendatangkan self control, dan self control mendatangkan ketekunan, kesalehan, kesabaran, , obedience yang pada akhirnya menimbulkan pengharapan kepada Allah dan kemudian pengharapan menghasilkan dispassion dan dispassion itu menghasilkan kasih. Inilah yang akhhirnya mengalahkan yang tidak perlu (1 Yohanes 14). Jika intelek kita diterangi oleh kasih Allah tetapi kasih Allah itu akhirnya bergantung kepada orang-orang disekitar kita. Bagaimana respon dengann orang-orang disekitarmu itu mencerminkan kasih Allah di dalam dirimu. Ketika kamu cuek tidak peduli, tidak mengasihi mereka berarti kasih yang ada di dalam diri kita itu palsu. Rasul Yohanes mengatakan kalau kamu mengasihi Allah yang tidak kelihatan bagaimana mungkin? Ketika kamu tidak mengasihi sesama yang kelihatan (1 Yohanes 4:20). Karena kasih kepada Allah berarti intelek kita mencari hal-hal di atas, diterangi oleh anugerah, pengetahuan ilahi dan intelek kita itu hanya memeikirkan kepada Allah. Tapi itu semua bergantung bagaimana kehidupan kita dengan sesame kita dan orang-orang sekitar kita. Oleh karena itu ketika kita mengakui bahwa kita mengasihi Allah maka kita harus mengasihi sesama yang ada di sekitar kita.

Continuous Prayer

Spiritual desert fatthers part VI

Doa Yang Efektif – U-Channel TV

Dalam 1 Tesalonika 5:5:17 mengatakan “Berdoa tanpa henti”. Anthony mengatakan continuous prayer menciptakan doa dalam keheningan tanpa henti. Doa itu seperti cermin bagi para biarawan. Jika kamu mencintai keselamatan dari jiwamu berdoalah dengan segenap jiwamu. Seperti yang tertulis kerjakanlah keselamatanmu dengan takut dan gentar,  dengan hati yang berjaga-jaga, dengan penuh kesadaran bahwa kamu memiliki musuh-musuh yang setiap saat selalu menncari kesempatan untuk menangkap atau membelenggumu. Itulah sebabnya kenapa kita perlu berdoa tanpa henti. Karena kita selalu diserang oleh yang jahat melalui jiwa kita. Takut akan Allah, kasih dan berdoa tanpa henti adalah modal kita. Takut akan Allah dalam pengertian penghakiman Dia sehingga kita membenci akan dosa dan mencintai kebajikan. Dan dengan demikian kita bisa berdoa tanpa henti. Jadi, bekerja keras, kerendahan hati, dan doa tanpa henti merupakan cara untuk mencapai Yesus itu, Anthony berkata bebaskan kita dari kesombongan dan berdoalah tanpa henti, bernyanyilah dan belajarlah tentang kitab suci dan masukkan itu dalam pikiran. Ini adalah satu permohonan yang kita kirimkan kepada Allah dari dasar hati kita. Bukan hanya sekedar berdoa tetapi ini adalah doa yang murni yang kita lakukan dalam hati kita.

Ketika berdoa kita harus berpikir bahwa Allah peduli dengan doa-doa kita tapi untuk dosa-dosa, seolah-olah dia tidak melihat. Doa itu bukanlah hal yang mudah karena banyak sekali godaan atau gangguan yang dating saat kita berdoa. Itulah sebabnya kita harus berdoa secara terus-menerus sampai kita mati. Seharusnya bagi kita siang dan malam itu adalah ibadah. Adakalanya tangan kita bekerja tapi hati kita terkoneksi dengan Allah, berdoa terus-menerus dengan Allah.

Meditasi

Macarius menyebutkan bahwa ketika kita berdoa dengan mengucapkan hal-hal yang sama akan sia-sia ketika kita tidak punya kesadaran yang tepat. Kita harus mengulurkan tangan kita berkata “ Tuhan kasihanilah aku”. Ini seperti repetition . jadi dalam kehidupan kita kebajikan mana yang membutuhkan usaha paling keras? Kebajikan yang membuthkan kerja kerasnya adalah “Mengampuni saya” seperti kita akan berdoa kepada Allah dengan distraction. Ini adalah satu kesadaran bahwa kita itu masih mengerti kebajikan yang harus kita lakukan berdasarkan ayat-ayat kitab suci. Selain itu doa juga membuthkan usaha keras sampai nafas terakhir kita. Jadi menurut Poemen, hal-hal yang perlu dilakukan dalam monastic life ini adalah manual work, eating once a day, keeping silence, and meditation. Dan yang penting adalah meditation dan doa tanpa henti. Bermeditasilah dan tidur dan bangun dengan takut akan Allah.  Jadi kita bisa bermazmur dan berdoa seperti biasa. Inilah kehidupan para desert fathers itu. Dan itu akan membawa mereka dalam monastic life. Meditasi adalah fokuslah dirimu pada mazmur maka ia akan melindungi dirimu dari musuh.

Saying and singing

Meditasi dan bermazmur saling melengkapi tetapi kita juga dapat melakukannya dalam bentung nyanyian. Artinya menyanyikan spiritual song. John Colobus mengatakan “Menghabiskan waktu di dalam silence, di dalam doa, membaca dan meditasi terhadap ayat-ayat kitab suci dan mazmur. Salah satu perkataan desert fathers itu adalah ketika kamu ingin menangisi dosa-dosamu maka berdoalan dan dengarkanlah perkataan Allah dalam pikiranmu. Berdoalah dengan takut dan gentar (Mazmur 2:11), dengan berjaga-jaga (1 Petrus 5:8),. Inilah bagaimana kita berdoa. Berdoa tanpa henti itu terus dipanjatkan untuk mengusir iblis yang akan menyerang kita. Inilah yang penting adalah tetap berdoa ketika bekerja maupun ketika kita berbaring ataupun melakukan segala sesuatu. Mengapa kita selalu berdoa tanpa  henti? Karena kita selalu punya musuh yang mencelakai kita, dan karena Allah selalu ada dimanapun, dan kapanpun dan itu adalah momen dimana kita berinteraksi dengan Dia. Ini adalah satu doa yang seperti kita bernafas yang selalu kita butuhkan setiap saat. Doa itu ibarat oksigen yang kita butuhkan setiap saat yang akan masuk ke dalam tubuh kita dan memberikan kita kehidupan. Oleh karena itu tetaplah berdoa supaya engkau tidak mati dan kehabisan nafas. Tuhan Yesus memberkati kita semua.

Spiritual Perfection

Spiritual desert fathers part 4

Setiap orang dalam kehidupan ini pasti mengalami yang namanya hambatan. Peperangan itu selalu juga muncul dari logismoi dari pikiran batin yang dihasilkan dari hati itu sendiri, akibat godaan yang selalu masuk. Kita perlu membangun sel, silence untuk mencapai spiritual perfection. Kata rasul Paulus  yang ditulis dalam Efesus 4:13 “Setiap orang mengejar kesempurnaan” . Tapi bagi kita orang percaya kesempurnaan itu bukan sesuatu yang hanya bersifat fisik tetapi  sesuatu yang hakiki yang bersifat roh. Jadi, kesempurnaan yang dimaksud desert fathers ini adalah bisa immediate, bisa means yang bisa di capai secara monastik life yang sungguh-sungguh. Inilah immediate salvation yang bisa dicapai di dunia sekarang ini. Dan untuk kehidupan yang akan datang, itu adalah kesempurnaan baik secara jasmaniah dan kesempurnaan batiniah. Itulah sebabnya roh itu diperbaharui dari hari ke hari supaya bisa mencapai kesempurnaan seperti Kristus. Jadi, untuk mencapai spiritual perfection ini adalah bagaimana roh ini semakin diperbaharui dari hari ke hari, bagaimana supaya roh ini dipenuhi oleh Kristus. Perfection yang bisa di capai di dunia ini adalah spiritual perfection. Ketika kita sudah percaya kepada Tuhan Yesus Kristus, pakaian kita sudah baru, tinggal isinya. Isinya adalah spiritual kita yaitu bagaimana kita membangun roh dan jiwa kita sungguh-sungguh diperbaharui oleh Kristus.
Kita diciptakan oleh Allah sebagai makhluk yang kudus (Efesus 4:24). Dan pada saat hari kebangkitan orang mati, tubuh kita akan di bangkitkan oleh Kristus dan memperoleh tubuh kemuliaan. Maximus berkata bahwa kita yang berpartisipasi dalam kepenuhan Allah itu, maka jiwa dan tubuh kita ada aksesible tubuh dan jiwa kita kepada Allah. Sehingga jiwa dan tubuh kita menerima Allah secara full supaya jiwa kita tidak binasa. Karena kita akan dibuat seperti ilahi, disempurnakan oleh Allah dan kita akan menjadi manusia yang sempurna baik tubuh dan jiwa oleh energy atau anugerah Allah. Perfection yang Yesus katakan itu seperti dalam Yohanes 17:22-23, Kristus membagikan kekekalannya kepada kita karena kasihnya. Kita bisa menyatu dengan Allah melalui Kristus, sehingga kita itu menjadi seperti Kristus. Kutipan dari Maximus mengatakan bahwa “Allah menjadi manusia supaya manusia menjadi seperti Allah”. Kristus yang adalah Anak Allah membuat kita menjadi anak-anak Allah melalui anugerah Allah. Untuk mencapai itu, desert fathers mengajarkan kita bahwa tujuan akhir kita adalah deification, christification yang akan dicapai dalam kehidupan sekarang ini melalui monastik life yang mereka ajarkan. Tapi itu hanya melalui anugerah. Kita membutuhkan sunergy. Kita bukan menjadi Allah tapi kita adalah manusia tetapi di dalam putra Allah (Kristus). Sehingga kehidupan kita adalah kehidupan untuk mencapai deification melalui anugerah Allah.

Kehidupan Kristen itu adalah kehidupan untuk mengubah corruptible kita atau semakin punya kekuatan untuk melawan kejahatan dan bekerja untuk melakukan hal-hal yang baik.  Berdoa, berjaga-jaga, berpuasa bukan hanya sekedar cara kita berbuat baik tapi itu adalah usaha kita untuk memperoleh Roh Kudus itu. Apa yang kita lakukan itu adalah salah satu pekerjaan untuk mencapai kesempurnaan itu.  Tetapi untuk melakukan pekerjaan baik itu dalam hidup kita, kita perlu membangunnya di atas fondasi yang kokoh yaitu Kristus. Sehingga ketika badai krisis datang, kita tidak akan mudah roboh (Matius 7). Fondasi batu itu adalah mendengar apa yang Yesus katakan.

Jadi, setiap rencana kita, cita-cita kita tidak boleh terepas dari energy Allah. Karena itulah yang akan mendewasakan roh kita dunia ini. Roh kita itu lah yang akan semakin didewasakan sehingga tubuh kita ini akan semakin di muliakan yang akhirnya nanti kita memperoleh tubuh yang mulia. Tetapi proses pendewasaan ini sudah di mulai sejak kita lahir baru, dibaptis memakai pakaian baru itu. Inilah yang terus di dewasa akan dan terus di bangun di atas dasar fondasi Kristus itu.
Bagaimana saya menyenangkan Allah?

  1. Abba Anthony berkata “Ingatlah akan Allah kemanapun engkau pergi, apapun yang kamu lakukan, lakukanlah sesuai dengan kitab suci, dimanapun kamu hidup jangan terburu-buru dan kamu akan diselamatkan”.
  2.  Abba Pambo berkata kepada Abba Anthony: Apa yang harus aku lakukan? Anthony berkata “Jangan bergantung pada kebenaranmu atau penilaian mu sendiri, jangan menyesali pada perbuatan lampaumu. Tapi kuasailah lidahmu dan perutmu”.
  3.  Gregory, tiga hal yang kita perlukan setelah kita di baptis:
  4. mengoreksi iman dari jiwa kita
  5. perkataan yang benar
  6. menguasai tubuh

Evagrios berkata jika kita bisa mencapai doa yang sungguh-sungguh dengan kasih maka kita akan mencapai yang namanya apathea. Apa the berarti kita di beri kemampuan untuk hidup melawan logismoi atau dosa. Jadi, tugas biarawan adalah terus melatih diri. Dan yang perlu kita lakukan adalah percaya kepada Tuhan, hidup kudus, jangan menyerahkan dirimu pada kejahatan, kerendahan hati, kekudusan,  ketaatan, dan kasih. Inilah hal-hal yang perlu di bangun dalam pekerjaan baik. Mintalah pertolongan Allah setiap hari dalam segala hal. Itulah cara kita mencapai perfection.

Abba Isaiah berkata kalau kamu ingin mengikuti Tuhan Yesus,  dengarkanlah atau perhatikanlah perkataan-Nya. Dan jika kamu manusia lamamu ikut disalibkan bersama Dia, maka kamu harus memotong semua hal yang bisa membuat kamu bisa turun dari salib itu. Kamu harus mempersiapkan dirimu untuk repose, humble your self, silence, menahan diri, dan menahan untuk tidak menghakimi sesama. Ini adalah sesuatu yang bisa kita kerjakan untuk mencapai spiritual perfection itu. Bencilah hal-hal yang ada di dunia ini, repose, karena itu bisa membuat kamu menjadi musuh Allah.

Repose itu dicapai ketika hesychia itu sudah berjalan. Repose itu adalah hadiah kepada kita yang memang sudah menyingkir dari dunia. Abba Sisoes berkata Tinggalkan itu semua, jangan memperhatikan tentang dunia ini semua, dan kamu akan memiliki repose. Usirlah segala sesuatu yang mengintari hatimu. Poemen berkata jika kamu bisa membenci flesh dan vainglory maka kamu bisa mencapai yang namanya repose. Anthony berkata takut akan Allah maka kita selalu ingat akan kematian kita, maka kita akan membenci dosa ini dan semua yang ada di dalamnya. Ingatlah akan ada hari penghakiman itu. Marilah kita menangisi dosa kita sehingga kita menemukan Allah, marilah kita membenci daging kita sehingga kita bisa diselelamatkan Dengan hesychia adalah jalan menuju repose.

Seperti doa yng mengatakan :Dikuduskanlah nama-Mu”. di jelaskan oleh desert fathers bahwa nama Allah tidak bisa dikuduskan di dalam diri kita jika kita masih dikuasai oleh dosa. “Datanglah kerajaan-Mu” artinya kita mengajak Allah datang ke dalam hati kita secara spiritual Allah bertahta di dalam hati kita. Jadi, kerajaan Allah itu adalah hati kita. Abba Isaiah berkata bahwa inilah kesempurnaan kita sebab kalau kita masih menguasai nafsu, bagaimana Allah bisa dikuduskan.

Abba Theodore dari Pherme berkata tiga poin yang kita butuhkan yaitu:

  1. Poverty
  2. Asceticism
  3. Fleeing from folk

Abba Jhon Colobos berkata ketika kamu bangun pada pagi hari, lakukanlah satu kebajikan sesuai dengan kehendak Allah, dengan ketekunan, dengan takut dan tahan menderita di dalam kasih kepada Allah, dengan tindakan spiritual, dengan kerendahan hati, dengan doa, dengan sungguh-sungguh, dengan memurnikan lidah dan mata kita. Tapi tidak mengukur orang lain. Dengan itu kita meninggalkan hal-hal yang jahat dan masuk ke hal-hal yang baik. Artinya dengan melakukan semua latihan dan kebajikan itu kita berpartisipasi dalam perfection.

            Jadi, Desert Fathers mengajarkan kita sesuatu yang harus kita lakukan setiap hari dari kita mulai tidur, bangun, sampai kita tidur kembali. Bagaimana kita menggunakan doktrin itu dalam setiap kehidupan kita. Sehingga kita bisa mencapai spiritual perfection itu selama kita berada di dunia. Marilah kita menangisi dosa-dosa kita dan berhenti berbuat dosa dan melakukan kebajikan untuk mencapai spiritual pefection ini.

Sorrow For Sin (Compunction)

            Abba Anthony berkata dengan takut Akan Allah di hadapan mata kita, marilah kita diingatkan kematian, marilah kita menjauhi dunia dan semua yang ada di dalamnya. Tetaplah di dalam sel, satukan pikiranmu, ingatlah akan kematian, ingatlah tubuhmu, ingatlah akan ada bahaya, dan kesia-siaan dunia ini, tetaplah berjaga-jaga. Itu merupakan isi dari doa kita. Abba Ammonas berkata ingatlah akan kematian, penghakiman kita, tahta pengadilan Allah dan itulah yang harus ada di pikiranmu dan itulah yang akan menyelamatkan kita.  bayangkanlah sesuatu yang terjadi ketika kamu berada di hadapan pengadilan Allah. Jadi, kita harus meratapi hal-hal yang membuat kita masuk ke dalam penderitaan, kita harus sedih tapi kita juga harus melakukan hal-hal yang baik. Takut akan Allah sehingga dosa itu akan menyingkir dari hati kita. Tetaplah di dalam sel doa kita dan hati-hati akan godaan ini sehingga kita memperoleh keselamatan.

            Jadi, syukurilah segala sesuatu yang kamu hadapi dan tetap takutlah akan Allah. bersihkanlah dirimu dari dosa dan menyingkirlah dari hal-hal duniawi dengan menangisi hal-hal itu dan lakukan kebajikan. Ketika kamu sakit bersyukurlah kepada Allah dan bersihkanlah dosa-dosa itu. Tetaplah di dalam sel doa kita supaya kita tidak kehilangan doa kita, kita tidak kehilangan takut akan Allah. Sel doa kita berarti kita itu seperti kita diberikan keleluasan oleh Allah untuk melakukan apa yang Allah inginkan. Berikanlah waktumu untuk sendiri bersama Tuhan setiap hari supaya terlepas dari segala godaan yang akan masuk pada hari itu.

Logismoi, Porneia, Dan Accidie

Spiritual Of desert Fathers Part III

            Ketika melakukan silence, ketika melakukan kerendahan hati di tengah-tengah itu selalu ada hambatan. hambatannya adalah salah satunya di sebut Logismoi. Logismoi atau logismos ini menjadi benih dari timbulnya hawa nafsu. Logismoi ini adalah pikiran-pikiran yang dihasilkan dari roh kita. Manusi itu pada umumnya terdiri dari batiniah dan lahiriah. Batiniah ini memiliki perangkat yang disebut sebagai nous. Nous inilah yang menjadi otak dari tubuh kita atau dari hati kita. Nous ini memiliki beberapa fakulti seperti punya feeling, emotion, reason, desire. Ketika Nousnya itu dalam kondisi yang baik, maka dia akan menghasilkan satu logismoi yang baik. Tetapi nous itu tergoda oleh perasmos maka perasmos yang berasal dari panca indra kita masuk ke dalam hati kita sehingga hati kita itu di kuasai oleh iblis atau perasmos itu. Sehingga muncul keinginan-keinginan daging yang muncul dari keinginan tubuh kita. Keinginan- keingnan tubuh itu juga muncul dari Nous kita. Sehingga kalau nous kita dikuasai oleh perasmos tadi maka yang muncul adalah logismoi yang jahat. Dan ketika logismoi itu menjadi jahat maka yang dihasilkan adalah keinginan atau nafsu daging yang jahat, dan jikaa keinginan itu dibuahi maka akan melahirkan dosa (Yakobus 1:14-15).  Menurut bapa padang gurun, selalu ada dua hal logismoi yang selalu menyerang manusia yaitu :

  1. Akedia : yaitu pikiran-pikiran depresi, pikiran-pikiran yang tidak punya pengharapan
  2. porneia adalah pikiran tentang nafsu sex

Logismoi itu muncul dari hati. Hati itu adalah suatu tempat dimana nous berada. Dimana nous itu sudah dikuasai oleh godaan atau perasmos sehingga apabila nous itu kalah maka akan menghasilkan logismoi. Logismoi inilah yang menjadi awal timbulnya hawa nafsu.  Sehingga apabila hawa nafsu itu atau kehendak itu di buahi maka akan melahirkan dosa. Tapi meskipun begitu, kita juga bisa memilih untuk tidak memilih melakukannya. Tetapi jika kita melakukannya dengan kesadaran kita maka akan melahirkan dosa. Nous ini adalah benteng atau pertahanan dari hati kita supaya tidak dikuasai oleh perasmos itu. Supaya nous kita memiliki kekuatan untuk menyingkir dari perasmos atau godaan itu, para desert Fathers menyarankan supaya selalu silence, dan berdoa tanpa henti. Tujuannya adalah untuk menjaga hatinya dari serangan-serangan duniawi.Silence dan hesychesm adalah benteng untuk menjaga kita dari serangan iblis. Ketika seseorang masuk ke dalam silence bukan berarti semakin pasif melainkan semakin aktif melakukan peperangan melawan iblis itu.

Porneia

Anthony pernah berkata, tidak seorangpun yang tidak pernah dicobai akan masuk ke dalam kerajaan surga. Evegrios juga berkata ketika kita bisa menyingkirkan perasmos maka ia akan diselamatkan. Jadi, untuk dapat diselamatkan maka kita harus bisa menyingkirkan segala musuh yang berasal dari dunia ini. Desert Fathers berkata bahwa kita bisa saja perawan/suci di dalam tubuh. Tetapi di dalam jiwa, kita sudah terkena porneia. Porneia itu adalah seseorang yang bukan hanya mengendalikan tubuhnya dari nafsu seksual tapi juga mengendalikan pikiran atau rohnya dari dosa seksual. Porneia ini harus dilawan sampai akhir hidup kita. Karena porneia inilah yang sering kali menguasai para bapa desert fathers. Bagaimana porneia ini bisa ada? Desert Fathers berkata bahwa porneia bisa muncul ketika pola makan yang berlebihan, cara tidur yang tidak tepat dan kemalasan. Logismoi porneia ini timbul dari makanan, air, kemalasan, akhirnya timbul serangan-serangan itu. Kita bisa mengalami itu karena kita tidak waspada dan kita tidak yakin bahwa Tuhan tinggal di dalam kita.

Salah satu Desert Fathers berkata kita tidak bisa mengalami manisnya Allah sekaligus mengalami manisnya dunia. Kita bisa merasakan manisnya Allah ketika kita mengalami pahitnya dunia itu. Seperti yang di katakan Yesus dalam Matius 6:24 bahwa tidak seorangpun yang bisa melayani dua tuan. Cara kita untuk tidak sampai Porneia ini adalah menjaga pola makan, tidur yang benar, dan tidak malas dan menjaga supaya kita tetap tertutup dalam sel doa kita. Ketika kita takut yang namanya porneia itu justru saat itu kita akan dicobai oleh porneia itu. Jadi, kita mesti menyadari bahwa kita punya nous yang terhubung dengan Allah, masuk ke dalam silence, repose, dan menyadari bahwa Allah yang menguasai hidup kita.

Accidie

Accedia adalah satu pikiran dimana seseorang itu tidak bisa fokus, selalu memikirkan hal yang macam-macam, sampai akhirnya mengalami depresi. Para Desert Fathers ini, perjuangannya itu selalu ada tiga yaitu:

  1. hearing
  2. speaking
  3. seecing

Selain itu, accedia yaitu bagaimana kita menenangkan hati itu sehingga yang bertahta itu adalah nous kita bukan godaan-godaan. Accedia ini adalah pikiran yang tidak punya tujuan, tidak bisa menikmati apapun, tidak peduli apapun, tidak punya kehidupan yang pasti, dan dia hanya sekedar ada. Accedia ini timbul ketika kita ada di dalam silence dan sengaja dimunculkan oleh evil supaya kita cepat-cepat menyerah. Itulas sebabnya kita mengerjakan segala sesuatu dengan hati kita dan selalu punya Jesus prayer. Desert Fathers menyarankan bahwa kita bisa melawan accedia ini dengan cara Jesus prayer terus-menerus tanpa henti. Dan dengan humility dan meminta belaskasih dengan Allah dan tetap di dalam sel kita memampukan kita melawan accedia ini yang ingin masuk ke dalam pikiran kita. Desert Fathers berkata kita mesti hati-hati dengan accedia ini, sebab ini menghasilkan logismoi yang jahat dengan membuat tubuh kita merasa berat, bahkan energy itu sendiri terasa berat. Inilah yang membuat kelumpuhan seluruh tubuh dan fungsi dari jiwa kita. John Kasia berkata inilah yang bisa menghancurkan kita pada saat siang hari. Oleh karena itu, kita perlu berhenti malas dan tetap dalam sel doa kita.

      Jadi, selama kita hidup didunia ini dan terus berjuang untuk mencapai silence itu, kita pasti mengalami yang namanya porneia atau accedia yang ingin menyerang tubuh kita. Baik itu ketika kita ingin berdoa, ingin berpuasa atau ingin menjauhkan diri dari kemalasan selalu saja muncul sesuatu yang tidak kita inginkan. Contohnya ketika kita ingin berdoa sendiri dan tiba-tiba ada suara yang membuat kita penasaran dan ingin melihat sehingga kita berhenti berdoa, atau ketika kita ingin belajar dan mengerjakan tugas tiba-tiba ada ada teman kita yang lagi tidur dan kemudian kita juga ikut tidur. Oleh karena itu, supaya hal ini tidak terjadi, kita jangan pernah lepas sedikitpun dari doa Jesus prayer dan cepat-cepat sadar bahwa nous kita hanya bisa dikuasai oleh Allah tidak oleh yang lain. Kita mesti menjaga nous kita dan tetap dalam doa dan beriman kepada Allah untuk mengalahkan accedia yang ingin masuk ke dalam. Carilah pertolongan Allah karena Tuhan tidak akan membiarkan dicobai melebihi kemampuan kita. Tetaplah di dalam doa dan Allah akan mengingatkan kita bahwa itu adalah dosa yang akan membunuh kita. Marilah kita tetap dalam sel doa kita dan menutup semua panca indra kita dan berdoalah dengan segala kerendahan hati. Sehingga ketika accedia atau porneia itu datang, kita bisa tetap dalam sel doa kita dengan kerendahan hati sampai kita bisa melawannya dan mengalahkan dosa itu. Sehingga kita bisa mempersembahkan tubuh kita dan jiwa kita kepada Allah. Tetaplah di dalam sel doa batin kita setiap hati bahkan setiap waktu supaya kita bisa mengalami silence itu.

The Spirituality Of Desert Fathers (Part 1)

Latar Belakang

            Teologi yang dipelajari oleh Desert Fathers ini adalah Teologia Nepsis yang bertujuan untuk memurnikan jiwa, mencapai pencerahan melalui pendakian rohani. Di dunia Kristen Timur, tidak ada reformasi yang pernah dialami. Pada waktu itu di dunia timur atau di gereja Timur muncul Islam pada abad ke 7. Inilah yang membatasi kehidupan orang Kristen selama berabad-abad. tetapi menyebabkan satu berkat bagi kehidupan para Biara atau monastik. kehidupan biara-biara di gereja timur atau di Orthodox ini seringkali tidak mengubah pola-pola komunitas yang primitif. Yang di dalamnya masih ada teks-teks monastik yang terus dipelajari sampai sekarang. Ada banyak teks-teks yang terus disalin dan diterjemahkan oleh gereja ke dalam bahasa moderen kita sekarang seperti bahasa Inggris atau bahasa Indonesia. Perkataan-perkataan dari bapa padang gurun ini. perkataan dari bapa-bapa gereja ini biasanya dibagi dalam beberapa koleksi yaitu:

  1. ananonius collection (koleksi anonim). Teks ini sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris.
  2. sistematikon (koleksi sistematika). di terjemahkan dalam versi latin dan banyak digunakan di gereja Barat.
  3. alfabetikon. sesuai dengan susunan Alfabet dari A-Z. Teks dari tahun 1000.

Perkataan dari Desert Fathers ini, sangat menginspirasi bagi kita semua. untuk itulah hari ini saya mau berbagi untuk kita semua. para desert Fathers ini, mulai sekitar abad ke-4. Pada Tahun 400, Mesir ini menjadi temapatnya para Hermit yaitu para Biarawan yang memang hidup menyendiri, yang hidup sungguh-sungguh membiara dalam tradisi monastik. Monastik itu berarti hidup menyendiri. Di sana ada 3 kelas yaitu:

  1. Lower egypt yaitu the hermit life. yang hidup dalam bentuk hermit yang memang benar-benar menyendiri di padang gurun, contohnya adalah St. Anthony The Great. anthony adalah salah satu bapa padang gurun yang terkenal.
  2.  Coenobitic monasticsm. yaitu mereka yang berada di tempat yang terpencil yang benar-benar tidak bersosialisasi dengan masyarakat. Salah satu yang membentuk ceonobitic monasticsm adalah Pachomius yang hidup antara tahun 290-347. Dia mengumpulkan para Hermit mementuk sebuah group atau komunitas para hermit. Tetapi komunitas ini dipimpin oleh spiritual Fathers contohnya St. Anthony tadi.
  3. Scetis (ascetics). kelompok bapak-bapak padang gurun

Selain itu, para Biarawan Siria, Palestina, dan Asia juga memiliki satu kehidupan yang sungguh-sungguh. mereka benar-benar hidup membatasi keinginan-keinginan daging mereka. Mereka hidup sungguh-sungguh mencari Tuhan. Perkataan-perkataan dari Desert Father ini sendiri, pada puncknya itu mengalami satu perkembangan yang sangat pesat sekitar abad ke-4-abad ke-5 yaitu sekitar 200 tahun mereka berkembang luar biasa. Dan itulah yang dicatat yang disebut dengan Apopbthegmata Patrum (perkataan-perkatan dari abba). Teks ini berisi cerita-cerita kehidupan mereka. Salah satu perkataan bapa padang gurun Gathon berkata “Berdoa adalah kerja keras dan satu perjuangan sampai napas kita tidak ada.

Para biarawan ini sanga sedikit mengeluarkan perkataa mereka hanya pada saat tertentu saja. para biarawan di Mesir ini adalah orang yang simple man untuk mendalami tentang Allah.

Bagaimana kehidupan mereka?

Mereka adalah desert Fathers yang sungguh-sungguh menjalani satu kehidupan radikal yang menjauh dari kehidupan masyarakat. Mereka sering melakukan puasa dalam menjalani kehidupan asketik mereka. Dan mereka adalah super human. Desert Fathers ini juga memiliki kehidupan untuk saling menolong seperti yang dilakukan oleh St. Anthony namun tetap mempertahankan iman mereka.

Doa Dan Keheningan

Desert Fathers juga membaca mazmur dalam kesharian mereka. Berdoa dengan “Jesus Prayer” Lord Jesus Christ Son Of God Have Mercy On Me. Ini adalah hesychia yang mereka lakukan. Mereka berusaha bagaimana menciptakan hati itu menjadi air yang tenang. Sehingga dari air yang tenang itu, mereka bisa merefleksikan diri mereka atau bisa melihat diri mereka, bisa melihat hubungan meeka dengan Allah. Ini adalah kehidupan yang tidak pernah putus melayani Allah dan kehidupan yang tidak memikirkan hal-hal duniawi. Itulah cara hidup mereka. Ketika dia mengatakan “Saya ada bersama Allah sekarang disini sendiri” maka dia sudah memasuki the prayer of quit atau hesichism. Setiap mereka berkumpul untuk berbicara, hal yang mereka bicarakan adalah bagaimana kehidupan untuk berjuang meskipun tidak sistematis, tergantung dari pertanyaan-pertanyaan yang diajukan. Dan perkataan-perkataan itu direnungkan dan dilakukan. dalam kehidupan mereka itu, salah satu pertanyaan yang banyak di pertanyakan adalah “Salvation”.

Anthony berkata bahwa Doa, silent, hesicsm adalah Jantung dari kehidupan mereka. Salah satu yang diajarkan dalam doa dalam keheningan adalah:

Prayer Of Quit

  1. Masuklah ke dalam kamarmu artinya kita masuk ke dalam hati kita.
  2.  Kemudian tutup pintu artinya silence.
  3. Dan ke tiga adalah berdoalah kepada Bapa.

Silence

Silence adalah menempatkan diri kita dihadirat Allah, menunggu Allah menemui kita dengan kehadiran-Nya. Ini adalah silence yang tidak pernah kosong namun selalu penuh. Dalam Matius 6:6 “Masuklah ke dalam kamarmu dan tutplah pintu”. Tutuplah pintu artinya kita bukannya kosong tetapi full karena kita dipenuhi dengan satu pengharapan bahwa Allah akan datang, kita akan berdiri dihadapan Dia dengan penuh perhatian, dan nepsis. Jadi bukan hanya seluruh hati kita tetapi juga dengan tubuh kita yang melakukan silence. Silence itu berarti kita sudah mulai mendekati hesikia atau keheningan. Saat itulah kita mulai mencapai repos yang artinya kita menyingkirkan hal-hal yang ada di dunia ini. Salah satu bapa padang gurun berkata “Bebaskanlah dirimu dan tetaplah di dalam Silence dan kamu akan diselamatkan”. Silence akan menunjukkan kessalahan-kesalahan kita. Dengan silence kita akhirnya punya satu kekuatan untuk menyingkirkan segala logimoi dan menerangi pikiran kita membuat kita bertobat, dan memiliki hati yang damai, humility, ibu dari semua kebajikan, dan latihan. Silence juga adalah sekolah doa dan sekolah untuk membaca. Mengendalikan nafsu-nafsu kita sehingga kita mampu bertahan dalam kehidupan-kehidupan kita.

Jesus Prayer

Ketika manusia itu diperbaharui maka yang dierbaharui adalah nousnya (Efesus 4:23).  Di dalam nous, fronema kita juga diperbaharui (Roma 8:5-6) supaya kita memperoleh fronema pneumatos. Sehingga fronema pneumatos menghasilkan logismoi yang baik (Filipi 4:8). Tetapi, kalau hati ini mengandung fronema sarkos,  maka yang dimunculkan adalah logismoi kakoi (Markus 7:11). Saat logismoi kakoi menguasai kita, muncullah epitumia sarkos (Galatia 5:16-17). Dan apabila keinginan itu dibuahi maka akan menghasilkan perbuatan jahat.

            Tujuan manusia diperbaharui terus-menerus adalah untuk menjadi seicon dan semorphe dengan Kristus. Salah satunya adalah dengan cara askesis seperti “Jesus Prayer: à Jesus Christ Son Of God Have Mercy On Me a Sinner”.  Kalau kita menyebutkan ini, berarti kita mengakui bahwa Yesus adalah Tuhan. Tapi dimana ada Roh Kudus dalam hal ini? Apabila kita bisa menyebutkan Yesus Kristus sebagai Tuhan, maka Roh Kuduslah yang bekerja di dalamnya (1 Korinstus 12:3).  Jadi, “Jesus Prayer” ini berfokus kepada Allah Tritunggal.

  1. Yesus adalah Tuhan, artinya kita mengakui Yesus adalah Allah yang begitu mulia.
  2. Yesus adalah Anak Allah, artinya kita memuji Allah Tritunggal.
  3. Diakhir doa itu, kita menunjukkan kondisi diri kita sebagai orang-orang yang membutuhkan belas kasihan. “A Sinner” menunjukkan kita sebagai orang yang membutuhkan pembersihan dari dosa-dosa.

Ada 3 kata di dalam doa yang memberi kita jawaban:

  1. Jesus. Yaitu nama dalam daging/pribadi yang lahir dari Maria. Yang artinya juruselamat (Matius 1:21). Seperti perkataan Malaikat kepada Yusuf. Jadi, ketika kita menyebut nama Yesus, bukan hanya sekedar nama saja tapi nama yang menyelamatkan.
  2. Kristus. Dalam bahasa Ibrani atau Yunaninya “Messiah” artinya yang diurapi. Orang Yahudi menyebut “Messiah” itu adalah yang akan datang/ seorang raja yang akan datang yang membebaskan mereka.
  3. Mercy. “Belaskasihan” . artinya kasih dalam tindakan yang menghasilkan pengampunan, pembebasan dari hutang dosa yang tak bisa dibayar, dan penyempurnaan. “Mercy” juga berarti Love In Action yaitu menerangi, menyembuhkan, dan menyempurnakan. Callistos Ware, mengatakan bahwa masalah manusia dengan Allah memberi solusi karena Dia adalah menyelamatkan dan membebaskan. 

Lord and Son Of God. Menunjukkan inti keilahian dari Yesus itu. Yesus adalah nama setelah inkarnasi. Doa ini menunjukkan bahwa Yesus adalah Allah disatu sisi dan disisi yang lain, Dia adalah manusia. Hal ini berarti Kristus adalah Allah yang trasenden dan juga immanent. Dia bisa menyelamatkan manusia karena Dia telah menjadi manusia. Inilah puncak kasih Allah itu, sehingga kita bisa menyatu di dalam Dia.

Dalam berkhotbah harus mengandung 3 poin yaitu:

  1. Ethics yaitu tahap praktikos
  2. Theoritikos yaitu taha illuminasi
  3. Gnostikos yaitu mencapai theosis, mysical knowledge/union.

Tahap pertama adalah tahap melatih kebajikan dimulai dari pertobatan dengan cara dibaptis. Orang Kristen yang sudah dibaptis mengikut hati nuraninya dan melatih kehendak bebasnya. Tapi, kehendak bebas itu harus disinergykan dengan Allah (Filipi 2:13).  Ini adalah pergumulan dengan pertolongan Allah untuk membebaskan kita dari iblis.  Tuhan yang memberi energy pada kehendak bebas kita, supaya kita punya energy. Sehingga kehendak bebas kita yang sudah menyatu dengan energy Allah menghasilkan energy. Energy ini sering disebut sebagai kasih karunia Allah yang dijemput melalui doa. Energy ini digunakan untuk mengerjakan sesuatu untuk kesenangan Allah (Efesus 2:10). Jadi, energy adalah synergy antara anugerah Allah dan kehendak bebas manusia.  Dengan melakukan perintah ini, kita akhirnya sadar siapa diri kita dan apa yang harus kita lakukan. Tetapi, ini harus bertahap untuk memurnikan hati.

Tahap kedua. Orang Kristen itu mulai mempertajam persepsinya terhadap segala sesuatu yang diciptakan dan menemukan persepsinya pada segala sesuatu. Orang yang sudah mencapai tahap ini melihat segala sesuatu untuk kemuliaan Tuhan. Melihat uang bukan hanya sekedar untuk kebutuhan  sendiri tapi ia melihat Allah dan sesamnya. Hal ini akan memimpin kita pada tahap yang ketiga yaitu melihat Allah di dalam.

Tahap ketiga. Orang Kristen bukan hanya melihat Allah melalui hati nuraninya tapi, Dia bertemu dengan pencipta itu muka dengan muka dalam kasih. Penglihatan yang full itu memang pada zaman yang akan datang. Tapi, hal ini dialami oleh orang-orang yang bisa membayangkan surga atau mengalami Allah.

Jadi, tahap pertama itu adalah active life dan tahap kedua adalah comtemplate live. Jadi, dalam active life, kita harus mulai bergumul, artinya kita harus meminta kekuatan dari Allah untuk mengenergykan kita untk mengerjakan kesenangan Allah. Tapi di tengah-tengah stuggle ini, kita harus mengalami illuminasi, supaya kita dapat melawan godaan itu. seorang manusia harus terus berdoa supaya kita bisa melawan setiap godaan yang masuk sampai kita mengakhir pertandingan kita. Karena godaan itu melatih kita untuk semakin dimurnikan. Semakin banyak kita melawan godaan itu maka kekuatan kita juga semakin bertambah karena energy dari Allah.

Mengosongkan Diri

Memperbaharui nous itu berarti kita itu harus dikosongkan dan diisi dengan pikiran Kristus. Artinya menyalibkan daging atau nafsu. Nafsu atau epitumia sarkos itu berasal dari logismoi dan logismoi itu berasal dari froneo dan froneo itu berasal dari nous.  Oleh karena itu, nous ini hatus dijaga dengan cara mengosongkan nous dari kejahatan dan mengisinya dengan fronema pneumatos atau pola pikir Kristus. Begitu nous kita tidak dijaga, pilihannya adalah nafsu daging. Nafsu daging ini adalah penyakit jiwa yang harus dimatikan (Kolose 3:5). Phatos adalah hawa nafsu yang negative  (Roma 1: 26; 1 Tesalonika 4:5; Kolose 3:5). Keinginan itu adalah normal tapi jangan sampai menjadi pathos.

Orang-orang percaya itu seperti pemahat patung yang ditangan kita sudah ada contoh yaitu gambar Allah yang akan dibentuk menjadi rupa Allah atau rupa Kristus. Memegang dan memahat adalah mengerjakana keselamatan kita dari gambar menjadi rupa. Seperti yang ditulis rasul Paulus di dalam Galatia 4:19. Oleh karena itu, matikanlah di dalam dirimu bagian kayu yang harus dibuang yaitu segala kejahatan (Kolose 3:5). Caranya adalah menyalibkan daging dan segala keinginannya (Galatia 3:24). Menyalibkan daging adalah melawan hal-hal yang bertentangan dengan Roh. St. Gregory Palamas  menyatakan  “Seorang yang suka melakukan dosa berarti ia sedang membenci dirinya sendiri”.  Seperti yang dikatakan oleh Hierothes,“ Ia menghanguskan atau menggelapkan gambar itu di dalam dirinya”. Nous yang jahat akan membuat tubuh kita menjadi gelap. Seharusnya Nous itu diterangi oleh Roh Kudus-menerima energy ilahi-menghasilkan hal-hal yang baik. Menurut John The Leader, Tuhan tidak menciptakan kejahatan, tapi kita yang menyebebkan itu menjadi jahat. Contohnya, kita marah terhadap dosa, itu adalah natural tapi kalau kita menggunakan kemarahan itu secara sembarangan maka itu menjadi unnatural. Seperti marah untuk menjatuhkan sesama kita. nous yang natural itu adalah memiliki ambisi untuk melakukan kebajikan. Penyakit pathos bukan tidak tahu Allah tapi tidak mau tahu akan Allah. Abba Filemon mengatakan bahwa pikiran yang sia-sia adalah penyakit dari jiwa. Symeon Methaprasis, mengatakan “Pathos adalah penyakit dari kecuekan dan jahat”.  Nikitas juga mengatakan bahwa phatos adalah ketidak percayaan.

            Intinya, nafsu adalah penyakit bagi jiwa. Nafsu ini harus disembuhkan bukan dibiarkan. Kita harus segera menyembuhkannya, dengan terapi jiwa yaitu Allah sebagai dokter dan kita sebagai pasien.  Karena jika hanya sepihak maka tidak pernah berhasil.  Terapi jiwa adalah dalam doa, bersinergy dengan Allah dan askesis-askesis lainnya. Yaitu melalui doa, sakit, menderita, dan meminta belaskasihan Tuha. Lewat itu semua terapi jiwa kita sedang berjalan menuju kesembuhan yang sempurna. Amin.

Mengosongkan Diri

Memperbaharui nous itu berarti kita itu harus dikosongkan dan diisi dengan pikiran Kristus. Artinya menyalibkan daging atau nafsu. Nafsu atau epitumia sarkos itu berasal dari logismoi dan logismoi itu berasal dari froneo dan froneo itu berasal dari nous.  Oleh karena itu, nous ini hatus dijaga dengan cara mengosongkan nous dari kejahatan dan mengisinya dengan fronema pneumatos atau pola pikir Kristus. Begitu nous kita tidak dijaga, pilihannya adalah nafsu daging. Nafsu daging ini adalah penyakit jiwa yang harus dimatikan (Kolose 3:5). Phatos adalah hawa nafsu yang negative  (Roma 1: 26; 1 Tesalonika 4:5; Kolose 3:5). Keinginan itu adalah normal tapi jangan sampai menjadi pathos.

Orang-orang percaya itu seperti pemahat patung yang ditangan kita sudah ada contoh yaitu gambar Allah yang akan dibentuk menjadi rupa Allah atau rupa Kristus. Memegang dan memahat adalah mengerjakana keselamatan kita dari gambar menjadi rupa. Seperti yang ditulis rasul Paulus di dalam Galatia 4:19. Oleh karena itu, matikanlah di dalam dirimu bagian kayu yang harus dibuang yaitu segala kejahatan (Kolose 3:5). Caranya adalah menyalibkan daging dan segala keinginannya (Galatia 3:24). Menyalibkan daging adalah melawan hal-hal yang bertentangan dengan Roh. St. Gregory Palamas  menyatakan  “Seorang yang suka melakukan dosa berarti ia sedang membenci dirinya sendiri”.  Seperti yang dikatakan oleh Hierothes,“ Ia menghanguskan atau menggelapkan gambar itu di dalam dirinya”. Nous yang jahat akan membuat tubuh kita menjadi gelap. Seharusnya Nous itu diterangi oleh Roh Kudus-menerima energy ilahi-menghasilkan hal-hal yang baik. Menurut John The Leader, Tuhan tidak menciptakan kejahatan, tapi kita yang menyebebkan itu menjadi jahat. Contohnya, kita marah terhadap dosa, itu adalah natural tapi kalau kita menggunakan kemarahan itu secara sembarangan maka itu menjadi unnatural. Seperti marah untuk menjatuhkan sesama kita. nous yang natural itu adalah memiliki ambisi untuk melakukan kebajikan. Penyakit pathos bukan tidak tahu Allah tapi tidak mau tahu akan Allah. Abba Filemon mengatakan bahwa pikiran yang sia-sia adalah penyakit dari jiwa. Symeon Methaprasis, mengatakan “Pathos adalah penyakit dari kecuekan dan jahat”.  Nikitas juga mengatakan bahwa phatos adalah ketidak percayaan.

            Intinya, nafsu adalah penyakit bagi jiwa. Nafsu ini harus disembuhkan bukan dibiarkan. Kita harus segera menyembuhkannya, dengan terapi jiwa yaitu Allah sebagai dokter dan kita sebagai pasien.  Karena jika hanya sepihak maka tidak pernah berhasil.  Terapi jiwa adalah dalam doa, bersinergy dengan Allah dan askesis-askesis lainnya. Yaitu melalui doa, sakit, menderita, dan meminta belaskasihan Tuha. Lewat itu semua terapi jiwa kita sedang berjalan menuju kesembuhan yang sempurna. Amin.

Buat situs web Anda di WordPress.com
Mulai